SEKILAS INFO

     » Selamat Datang di Situs Resmi Dinas Sosial, Tenaga Kerta dan Transmigrasi Kabupaten Madiun
Rabu, 12 Agustus 2015 - 14:52:07 WIB
KELOLA REMINTEN UNTUK MODAL USAHA MANDIRI

Diposting oleh : TRI WALUYO JATMIKA, S.Sos, MM
Kategori: Pentalattas - Dibaca: 443 kali

KEBONSARI (11/8/2015)- Seiring tingginya laju pertumbuhan penduduk di Indonesia berdampaak terhadap maslah pengangguran, kemiskinan, migrasi dan sektor-sektor kependudukan lainnya. terutama faktor tenaga kerja. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Madiun menjalin kerjasama dengan PJTKI untuk pengiriman tenaga kerja terampil keluar negeri. sebab, kesempatan kerja yang ada hanya sebatas sebagai buruh atau bahkan tidak ada kesempatan karena tidak memiliki skill yang cukup untuk sektor formal. Komodisi ini memicu mereka melalukan migrasi keluar negeri dengan menjadi tenaga kerja indonesia (TKI). keberadaan TKI ini memunculkan kiriman uang ke daerah asal (reminten) yang akan dialokasikan pada kegiatan publik maupun domestik. besarnya reminten dari TKI ke kampung halaman akan berdampak terhadap perubahan kondisi keluarga TKI di daerah asal baik dari segi sosial maupun ekonomi. reminten TKI ini memberikan pengaruh lanjutan dimana nantinya akan menjadi penggerak ekonomi Indonesia. Terhadap reminten ini, Dinsosnakertrans Kabupaten Madiun mengadakan pelatihan pengelolaan edukasi reminten bagi keluarga di Kecamatan Kebonsari, kemarin (11/8). Sekitar 60 peserta mantan TKI dan keluarga TKI asal Desa Krandegan, Pucanganom, Sidorejo dan Mojorejo. "Dengan pelatihan ini semoga uang kiriman biasa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk modal usaha dan bisa dikembangkan agar bila pulang bisa ada kegiatan dan usaha mandiri". terang Kabid Pentntalattas Dinsosnakertrans Kabupaten Madiun Edy Sudarko,ST,M.Si. Pihaknya berharap uang yang dikirim bisa untuk modal usaha dan mengubah pola fikir konsumtif menjadi produktif. Pihaknya ingin meminimkan masalah yang akan terjadi di belakang hari dengan memberikan pelatihan dan pengetahuan sejak awal, lewat sekolah-sekolah dan sebelum berangkat di adakan pengarahan lebih dulu.